Postingan

Happier

Cerita pendek karya #SEKAR adaptasi dari lagu berjudul Happier yang dibawakan oleh Olivia Rodrigo.  *** Kami resmi mengakhiri hubungan kami sejak sebulan lalu. Aku memulai hari-hariku tanpa dirinya dan berusaha melupakan segala hal yang pernah kami lakukan bersama. Tentang awal pertemuan kami yang menurutku aneh, tentang makan es krim bersama di bawah pohon mangga, tentang nonton konser yang gagal karena kami membeli tiket palsu, juga tentang kalimat perpisahan yang tercetak permanen di pikiranku.  "Maaf, Hanin. Aku senang sekali kita bertemu," ucapnya sembari menggenggam tanganku yang gemetar, "jangan sedih, aku nggak suka." Kini, aku berada di bawah pohon mangga itu. Tepat di hari ketiga puluh kami putus. Seminggu yang lalu, aku mendengar kabar bahwa dia sudah mempunyai kekasih baru. Perempuan cantik nan anggun yang sangat berbeda denganku.  Aku tersenyum tipis. "I hope you're happy, but not like how you were with me."  Jujur, aku turut berbahagia at...

Cheating On You

Kolaborasi songfict adaptasi dari lagu yang dibawakan Charlie Puth berjudul Cheating On You oleh #SEKAR, #JAVA, dan #ARTELIER.  *** Malam Minggu. Tidak ada sebutan malam Minggu bagi Hanin, perempuan itu hanya mengenal istilah Sabtu malam. Selama sebulan terakhir memang tidak ada malam yang istimewa. Semuanya terasa sama, sepi dan hampa. Sebab sosok yang menjadi alasannya tersenyum sudah pergi jauh, sangat jauh dari genggaman.  Malam ini ia datang lagi ke kafe itu. Kafe yang dulu sering ia datangi bersama Jeyfran. Bukan tanpa alasan, Hanin sejujurnya amat merindukan laki-laki keren yang bisa membuat hatinya berdebar hampir setiap hari. Tapi itu dulu, sudah lama. Mereka sudah selesai.  "Milkshake strawberry satu. Enggak pakai es, Mbak." Hanin memesan minuman favoritnya, ekhem, favorit Jeyfran juga. Setiap kali ia datang ke kafe ini, ia tidak pernah memesan minuman lain selain milkshake strawberry.  Tadi pagi Hanin mendapat kabar dari teman dekatnya bahwa kafe langganan...

Minggu Ini Boleh Sedih

"Minggu ini boleh sedih," gumam Raye yang masih bisa ditangkap indra pendengaran Hanin. Sontak perempuan berambut hitam sepunggung itu menghentikan kegiatan mengetiknya, lalu menoleh.  "Judul buku baru, Ray?"  Kaneraye atau akrab dipanggil Raye dan Hanin adalah penulis yang karyanya sudah dibaca ribuan orang di media sosial. Bahkan, beberapa karya tulis mereka sudah diterbitkan menjadi novel. Kedua bersahabat itu sering menghabiskan waktu bersama untuk mencari ide untuk karya mereka selanjutnya.  Raye menggeleng. "Bukan, Mbak." Bisa dilihat, perempuan yang lebih muda dari Hanin itu baru saja menghela nafas lelah.  "Lantas kenapa?" tanya Hanin. Kini ia sudah menarik kursinya mendekati Raye, mengabaikan sejenak cerita barunya yang baru sampai tahap prolog.  "Minggu ini berat, ya? Banyak masalah datang beruntun. Belum selesai masalah yang satu, masalah lainnya sudah datang lagi. Kalau boleh jujur, aku capek, Mbak."  Hanin sengaja diam. Mem...

The Game Called Roleplay That Never Ends

Ruangan kamar dengan penerangan redup itu lengang. Tidak ada suara selain ketukan pensil dengan meja belajar yang sudah terdengar sejak 10 menit lalu. Seperti malam-malam sebelumnya, malam ini pun ribuan butir air jatuh membasahi setiap sudut Kota Semarang.  Sudah masuk malam ke-18 di bulan Januari 2021 dan perempuan itu masih sibuk dengan lembaran kertas di hadapannya. Setahun lebih ia menulis imajinasinya hingga lembaran kertas itu memiliki tebal yang hampir sama dengan buku paket Biologi zaman SMA.  Perempuan itu dikenal dengan nama Sekar. Dengan seluruh kemampuan yang ia punya, ia menciptakan sosok bernama Hanindita secara sempurna. *** Di suatu tempat yang sangat jauh, di dimensi yang berbeda. Tanpa Sekar sadari, tanpa seorang pun tahu. Jika manusia di bumi menyuarakan keterpurukannya melalui imajinasi, maka apa saja yang ia pikirkan benar-benar terjadi. Termasuk lahirnya Hanindita dalam dunia yang disebut roleplay. Dunia yang berkali-kali lipat lebih maju dibanding perad...