The Game Called Roleplay That Never Ends
Ruangan kamar dengan penerangan redup itu lengang. Tidak ada suara selain ketukan pensil dengan meja belajar yang sudah terdengar sejak 10 menit lalu. Seperti malam-malam sebelumnya, malam ini pun ribuan butir air jatuh membasahi setiap sudut Kota Semarang. Sudah masuk malam ke-18 di bulan Januari 2021 dan perempuan itu masih sibuk dengan lembaran kertas di hadapannya. Setahun lebih ia menulis imajinasinya hingga lembaran kertas itu memiliki tebal yang hampir sama dengan buku paket Biologi zaman SMA. Perempuan itu dikenal dengan nama Sekar. Dengan seluruh kemampuan yang ia punya, ia menciptakan sosok bernama Hanindita secara sempurna. *** Di suatu tempat yang sangat jauh, di dimensi yang berbeda. Tanpa Sekar sadari, tanpa seorang pun tahu. Jika manusia di bumi menyuarakan keterpurukannya melalui imajinasi, maka apa saja yang ia pikirkan benar-benar terjadi. Termasuk lahirnya Hanindita dalam dunia yang disebut roleplay. Dunia yang berkali-kali lipat lebih maju dibanding perad...